LABUAN BAJO, Okebajo.com — Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal wisata jenis semi-phinisi KM Yukai 55 GT mengalami kebocoran parah hingga akhirnya tenggelam setelah menghantam gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Minggu (27/9/2026) pagi.
Detik-detik menegangkan itu terjadi saat kapal tengah berlayar dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk membawa wisatawan melakukan aktivitas snorkeling.
Meski kapal mengalami kemiringan ekstrem dan kemudian tenggelam, seluruh 17 orang yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.
Operasi penyelamatan berlangsung cepat setelah dua kapal wisata yang berada tidak jauh dari lokasi langsung memberikan pertolongan kepada para penumpang.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., membenarkan kejadian tersebut.
“Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WITA ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling,” ujar Leonardo saat memberikan keterangan resmi di Labuan Bajo.
Hantam Karang Saat Air Laut Surut
Berdasarkan data awal yang diperoleh petugas di lapangan, KM Yukai melintas di sekitar perairan Tanjung Sture ketika kondisi air laut sedang surut.
Pada saat itu, mualim atau jurumudi kapal diduga kurang memahami alur pelayaran lokal serta tidak memperhatikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan bagian bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal dengan keras.
Benturan tersebut mengakibatkan lambung kapal mengalami kebocoran serius. Dalam waktu singkat, posisi kapal mulai miring dan kemudian perlahan tenggelam.
Situasi semakin menegangkan karena seluruh penumpang harus segera meninggalkan kapal untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Beruntung, dua kapal wisata yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung bergerak memberikan pertolongan.
“Saat kejadian berlangsung, dua kapal wisata lain yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung merapat untuk memberikan pertolongan darurat awal menggunakan sekoci demi menampung para penumpang,” jelas Leonardo.
Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat
Laporan kecelakaan diterima Satpolairud Polres Manggarai Barat sekitar pukul 06.35 WITA. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan.
Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri melalui KP. Kasturi 6002 dan KP. Bima 7014, KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
Tim bergerak menuju titik koordinat lokasi kejadian, yakni 08°29’34.56″ S 119°50’35.25″ E, sekitar pukul 07.15 WITA.
Enam unit armada cepat dikerahkan, terdiri dari lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit Interceptor.
Menurut Leonardo, keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.
“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” tegasnya.
17 Orang Berhasil Dievakuasi
Para penumpang yang sebelumnya telah dievakuasi menggunakan sekoci kemudian dipindahkan secara bertahap ke armada RIB milik Polairud dan Basarnas.
Seluruh korban selanjutnya dibawa menuju daratan dengan pengawalan petugas.
Sekitar pukul 08.15 WITA, seluruh 17 orang berhasil tiba di dermaga dalam kondisi selamat.
Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan fisik dasar atau triase serta memberikan pendampingan awal sebelum dilakukan pendataan identitas.
Dari total 17 orang yang berada di atas KM Yukai, sebanyak 12 orang merupakan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Sementara lima orang lainnya merupakan awak kapal.
Wisatawan mancanegara tersebut berasal dari empat negara, yakni dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis, dan dua warga negara Malaysia.
Sementara lima penumpang lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk seorang pemandu wisata yang mendampingi rombongan.
Nahkoda KM Yukai, Armansyah (32), bersama empat awak kapal lainnya juga dipastikan selamat.
Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Meski seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Badan kapal berukuran 55 GT tersebut tenggelam di perairan Tanjung Sture dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
“Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai Rp1.000.000.000 atau satu miliar rupiah,” jelas Leonardo.
Nahkoda dan Jurumudi Diperiksa
Pasca-evakuasi, aparat kepolisian bersama instansi terkait tidak hanya fokus pada pengamanan lokasi, tetapi juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Penyidik Satpolairud Polres Manggarai Barat kini melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan jurumudi kapal, termasuk meminta keterangan dari para saksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami apakah terdapat unsur kelalaian dalam kecelakaan yang menyebabkan KM Yukai menghantam karang hingga tenggelam.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap Nahkoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” kata Leonardo.
Bangkai Kapal Diamankan, Alur Pelayaran Jadi Perhatian
Selain proses penyelidikan, Satpolairud Polres Manggarai Barat juga berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan pihak pemilik kapal untuk mengamankan lokasi bangkai KM Yukai.
Pengamanan dinilai penting agar keberadaan kapal yang tenggelam tidak membahayakan kapal-kapal wisata maupun pengguna jalur pelayaran lainnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan KSOP dan pemilik kapal untuk menandai lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur navigasi kapal-kapal wisata lainnya,” ujar Leonardo.
Selanjutnya, proses salvage atau penarikan bangkai kapal akan dilakukan ke lokasi yang lebih aman dan dangkal. Petugas juga akan melakukan pengamanan terhadap barang-barang berharga milik para wisatawan yang masih berada di kapal.
Kecelakaan KM Yukai ini menjadi perhatian serius mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan wisata bahari utama di Indonesia, dengan aktivitas pelayaran kapal wisata yang cukup tinggi setiap harinya.
Ke depan, hasil pemeriksaan aparat dan koordinasi dengan otoritas pelabuhan diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kecelakaan, sekaligus memastikan aspek keselamatan pelayaran di perairan Labuan Bajo tetap menjadi prioritas.












