BMKG Turun ke Posko Bencana di Manggarai Barat, Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan hingga Tiga Pekan

Avatar photo
BMKG Turun ke Posko Bencana di Manggarai Barat, Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan hingga Tiga Pekan
Kepala BPBD Manggarai Barat, Bonavantura (tengah) saat menerima kehadiran tim BMKG di ruang Pusdalpops.
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com — Aktivitas gempa susulan yang masih terjadi pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores mendapat perhatian serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, turun langsung mengunjungi Posko Bencana Kabupaten Manggarai Barat di Kantor BPBD Manggarai Barat, Senin (17/8/2026).

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Pertemuan lintas sektor tersebut berlangsung di ruang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BMKG memperkuat sinergi dengan BPBD dalam menghadapi dampak gempa sekaligus memastikan informasi kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

BMKG: Gempa Susulan Masih Berlangsung

Dalam pertemuan tersebut, Nelly menegaskan kesiapan BMKG mendukung tugas BPBD, terutama dalam menyediakan informasi terkait aktivitas kegempaan dan kondisi cuaca.

Menurutnya, tingginya frekuensi gempa susulan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan pascabencana, terutama karena dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

“Kami perlu memberikan informasi terkait kegempaan. Sampai saat ini mungkin sudah lebih dari 1.000 kali gempa susulan, dan yang dirasakan juga sudah beberapa kali. Ini tentu akan berpengaruh, terutama dari sisi mental masyarakat,” ujar Nelly.

Berdasarkan data yang dikutip dalam pertemuan tersebut, BNPB mencatat hingga Minggu (16/8/2026) pagi telah terjadi 731 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai Magnitudo 6,2.

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

“Hitungan kami, tiga minggu ke depan masih akan berlangsung gempa susulan. Nanti akan kami support dengan prakiraan cuaca dari tim Bu Maria untuk ditempel di posko,” jelas Nelly.

Prakiraan Cuaca Jadi Kunci Distribusi Bantuan

Selain informasi kegempaan, BMKG juga akan memperkuat posko dengan menyediakan informasi prakiraan cuaca secara berkala.

Informasi tersebut dinilai penting karena kondisi cuaca dapat memengaruhi proses distribusi logistik, mobilitas tim tanggap darurat, hingga pengambilan keputusan di lapangan.

Dengan adanya informasi cuaca yang diperbarui, petugas diharapkan dapat menentukan waktu dan rute distribusi bantuan secara lebih aman dan efektif.

BPBD: Informasi Akurat Sangat Dibutuhkan

Kepala BPBD Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, menyambut positif dukungan BMKG tersebut.

Ia mengakui bahwa dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan kepastian informasi agar tidak mudah panik, terlebih setelah muncul sejumlah informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BMKG yang sudah banyak membantu kami, terutama untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Dalam waktu bencana ini, kami masih tidak tenang karena berita-berita yang menghantui,” ungkap Oktavianus.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu atau hoaks dapat menimbulkan dampak serius, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Hoaks Picu Kepanikan Warga

Oktavianus menyoroti sejumlah informasi hoaks yang sempat beredar setelah gempa. Informasi tersebut bahkan membuat warga panik dan berbondong-bondong meninggalkan rumah.

“Ada yang membuat berita hoaks, orang lari semua ke atas. Yang punya rumah dan harta benda bisa hilang. Ini yang pemerintah khawatirkan, apalagi di daerah pariwisata banyak wisatawan dari berbagai negara,” imbuhnya.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi mengenai gempa, tsunami, maupun kondisi kebencanaan harus dipastikan berasal dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.

914 Rumah Rusak di 12 Kecamatan

Sementara itu, berdasarkan data sementara BPBD Manggarai Barat, gempa telah menimbulkan kerusakan signifikan di wilayah tersebut.

Sebanyak 914 rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di 12 kecamatan. Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka.

Besarnya dampak gempa membuat koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting, terutama dalam proses pendataan, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, serta pemulihan masyarakat.

Rekomendasi BMKG Jadi Dasar Keputusan Pemerintah

Oktavianus menegaskan BPBD Manggarai Barat akan terus berkoordinasi dengan BMKG dalam setiap tahapan penanganan bencana.

“Kami selalu bersama-sama dengan BMKG. Apapun nanti namanya bencana, rekomendasi BMKG akan kami lampirkan dalam SK bencana dan SK tanggap darurat. Kepastian informasi sangat kami butuhkan dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Sinergi BMKG dan BPBD tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem peringatan dini sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik. Informasi resmi dan terverifikasi menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan efektif dan masyarakat tetap aman.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *