Gempa bumi besar yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 sudah berlalu lebih dari enam pekan, tetapi bumi di kawasan itu belum benar-benar tenang. Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah gempa susulan kini menembus 18.486 kejadian.
Di tengah rentetan tersebut, gempa berkekuatan kecil kembali terdeteksi di utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu (27/9/2026) sore. Berikut rangkuman data dan konteks yang perlu Anda ketahui.
Ringkasan Cepat
- 18.486 gempa susulan tercatat BMKG hingga Minggu (27/9/2026) pukul 06.00 Wita, dihitung sejak gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.
- Sebanyak 205 kejadian dirasakan warga dan 39 kejadian bermagnitudo di atas 5,0.
- Gempa M2,2 terjadi 47 km di utara Ruteng pada Minggu (27/9/2026) pukul 17.52.10 WIB, kedalaman 5 km.
- Tiga gempa bumi berkekuatan M3,2 hingga M3,8 juga tercatat di NTT dan Papua pada Kamis (24/9/2026).
Gempa Susulan Flores Tembus 18.486 Kejadian
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa pemutakhiran data BMKG hingga Minggu pukul 06.00 Wita menunjukkan 18.486 gempa bumi susulan. Kekuatannya beragam, dari yang terkecil M0,9 hingga yang terbesar M6,2.
Dari ribuan kejadian itu, 39 di antaranya berkekuatan di atas M5,0, dan 205 kejadian cukup kuat untuk dirasakan masyarakat. Sebagian besar aktivitas berpusat di laut sebelah utara Pulau Flores.
Angka yang Terus Bertambah Sejak Agustus
Jika dilihat dari rilis BMKG dan laporan sebelumnya, akumulasi gempa susulan naik cukup tajam dalam sebulan terakhir.
| Waktu Pencatatan | Total Gempa Susulan | Dirasakan Warga | Magnitudo di Atas 5,0 |
|---|---|---|---|
| 18 Agustus 2026 | 2.119 | 70 | 24 |
| 21 Agustus 2026 | 4.258 | 118 | 31 |
| 30 Agustus 2026 | 9.870 | 156 | 35 |
| 27 September 2026 | 18.486 | 205 | 39 |
Pada pertengahan Agustus, BMKG memperkirakan rangkaian susulan akan berlangsung sekitar tiga hingga empat pekan. Namun, perkiraan itu bersifat prediksi awal, dan hingga akhir September jumlah kejadian masih terus bertambah.
Gempa M2,2 di Utara Ruteng: Kecil, tetapi di Wilayah yang Sama
Beberapa jam setelah data terbaru dirilis, BMKG mencatat gempa bumi M2,2 pada Minggu (27/9/2026) pukul 17.52.10 WIB. Episenternya berada sekitar 47 km di utara Ruteng, pada koordinat 8,19 Lintang Selatan dan 120,50 Bujur Timur, dengan kedalaman 5 km.
Magnitudo sekecil ini umumnya tidak dirasakan manusia. Laporan awal BMKG juga belum mencantumkan dampak maupun tingkat guncangan di sekitar Manggarai.
Lokasinya berdekatan dengan area yang sebelumnya kerap disebut BMKG dalam laporan gempa susulan Flores. Meski demikian, informasi awal untuk kejadian ini tidak menyebut secara eksplisit apakah gempa tersebut bagian dari rangkaian susulan.
Tiga Gempa Bumi Berturut-turut pada Kamis (24/9/2026)
Tiga hari sebelumnya, BMKG mencatat tiga gempa bumi dalam rentang waktu berdekatan pada Kamis siang hingga sore. Dua di antaranya terjadi di NTT, satu lagi di Papua, dan semuanya berpusat pada kedalaman 10 km.
| Waktu (WIB) | Magnitudo | Lokasi | Koordinat |
|---|---|---|---|
| 14.59.58 | 3,2 | 90 km selatan Waropen, Papua | 3,05 LS – 136,45 BT |
| 15.08.49 | 3,8 | 53 km utara Labuan Bajo, NTT | 8,04 LS – 120,06 BT |
| 15.16.27 | 3,6 | 52 km utara Ruteng, Manggarai, NTT | 8,15 LS – 120,46 BT |
Data awal BMKG untuk ketiga kejadian ini hanya memuat waktu, magnitudo, koordinat, dan kedalaman. Informasi mengenai kerusakan, korban, atau guncangan yang dirasakan warga belum disampaikan.
Mengapa Gempa Susulan Bisa Berlangsung Lama?
Kerak Bumi Masih Menyesuaikan Diri
Gempa susulan (aftershock) adalah rangkaian gempa yang mengikuti gempa utama, seiring kerak bumi menyesuaikan diri setelah pelepasan energi besar. Gempa utama Flores tercatat M7,7 dan bersumber dari aktivitas tektonik Flores Back-Arc, dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Sumber Gempa Dangkal, Guncangan Lebih Terasa
Pakar kebencanaan Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menjelaskan bahwa pusat gempa utama dan sebagian besar episenter susulan terkonsentrasi di sepanjang zona Flores Backarc Thrust. Kedalamannya dangkal, sehingga banyak gempa kecil hingga sedang tetap terasa oleh warga.
Yang Perlu Dilakukan Warga
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang dirilis mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data bisa berubah seiring kelengkapan data. Karena itu, sejumlah langkah berikut dianjurkan:
- Rujuk hanya informasi resmi BMKG dan abaikan kabar yang belum jelas kebenarannya.
- Tetap tenang, tetapi jangan lengah selama periode susulan masih berlangsung.
- Jauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
- Periksa kondisi rumah sebelum kembali masuk, terutama jika ada kerusakan struktur.
Penutup
Ribuan gempa susulan yang terus tercatat menunjukkan bahwa proses pemulihan alam pascagempa bumi Flores belum selesai. Pemantauan BMKG masih berjalan, dan warga di NTT diimbau terus mengikuti pembaruan resmi.
Sumber data: BMKG dan laporan media (Kompas.com, RRI, Hanuang.com). Angka dapat berubah seiring pemutakhiran data.








