MANGGARAI, Okebajo.com — Advokat sekaligus pengajar hukum pidana, Siprianus Edi Hardum, akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Bupati Manggarai, Heri Nabit, yang merasa keberatan atas pemberitaan terkait dugaan perlindungan terhadap Jefrin Haryanto.
Dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (23/5/2026), Edi Hardum menegaskan bahwa dirinya tidak pernah secara langsung menuduh Heri Nabit maupun istrinya menerima aliran dana atau melindungi pihak tertentu.
Klarifikasi itu disampaikan setelah dirinya membaca pemberitaan media online yang memuat bantahan Heri Nabit terhadap wawancara Edi Hardum di salah satu media sebelumnya.
“Saya perlu luruskan dan tegaskan soal pernyataan saya. Saya tidak menuduh Bupati Heri Nabit dan istrinya melindungi Jefrin Haryanto, serta tidak menuduh mereka menerima aliran uang sebagaimana dituduhkan,” tegas Edi Hardum.
Ia juga menanggapi rencana Heri Nabit yang disebut akan melaporkannya ke polisi pada 27 Mei 2026. Menurut Edi, dirinya tidak merasa gentar karena meyakini tidak melakukan pelanggaran hukum.
“Saya tidak gentar dilaporkan ke polisi karena saya merasa tidak bersalah. Ini bukan soal salah atau benar, tetapi soal meluruskan pernyataan saya,” katanya.
Berawal dari Dugaan dan Informasi yang Belum Terverifikasi
Edi menjelaskan, selama ini dirinya beberapa kali dimintai komentar oleh wartawan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran yang menyeret nama Jefrin Haryanto saat menjabat di sebuah dinas di Manggarai Timur beberapa tahun lalu. Namun, ia mengaku awalnya memilih menahan diri untuk tidak berkomentar.
Menurutnya, sikap itu berubah setelah dirinya memperoleh informasi mengenai dugaan adanya upaya pencabutan pemberitaan terkait kasus tersebut.
Edi mengungkapkan, ia menerima informasi bahwa istri Bupati Manggarai disebut meminta wartawan mencabut berita mengenai dugaan penggelapan dana yang menyeret nama Jefrin Haryanto. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, terdapat dugaan pemberian uang kepada wartawan melalui perantara wartawan lain. Namun, uang tersebut disebut ditolak oleh wartawan yang menulis berita itu.
Meski demikian, Edi menekankan bahwa informasi tersebut masih bersifat dugaan dan harus diverifikasi lebih lanjut.
“Saya mengatakan kepada wartawan bahwa informasi itu masih dugaan dan perlu diklarifikasi soal kebenarannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pernyataannya kepada media sebelumnya juga bersifat hipotetis.
“Kalau informasi itu benar adanya, maka patut diduga ada aliran dana dan ada upaya untuk meloloskan Jefrin Haryanto menjadi Kepala Dinas Kesehatan Manggarai,” katanya.
Kritik Disebut Sebagai Bentuk Kepedulian
Dalam pernyataannya, Edi juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bagian dari kepedulian terhadap pembangunan daerah Manggarai.
Ia mengaku selama ini cukup menahan diri untuk tidak banyak berkomentar terkait sejumlah isu lain yang menyeret nama Bupati Manggarai maupun keluarganya, termasuk kasus bawang dan proyek air minum di wilayah Reok yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Heri Nabit membangun Manggarai dengan menjalankan tugas sebagai bupati, dan saya membangun Manggarai dengan kritik yang konstruktif. Kritik seperti ini tentu membantu pemerintah dalam mengambil keputusan, jadi saya pikir tidak perlu baper,” ujarnya.








