Polsek Kuwus Salurkan Bantuan untuk Puluhan KK Pengungsi Gempa di Desa Pangga

Avatar photo
Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

LABUAN BAJO, Okebajo.com — Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores, lepas pantai Mbay, Kabupaten Nagekeo, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Trauma dan rasa takut terhadap gempa susulan juga masih dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Desa Pangga, puluhan Kepala Keluarga (KK) hingga kini masih memilih bertahan di posko-posko pengungsian mandiri. Warga mendirikan tenda darurat di area terbuka karena khawatir kembali ke rumah dan menghadapi kemungkinan terjadinya guncangan susulan.

Iklan tidak ditampilkan untuk Anda.

Di tengah situasi tersebut, Polsek Kuwus bersama Bhayangkari Ranting Kuwus hadir memberikan bantuan sekaligus dukungan moril kepada warga terdampak.

Bantuan disalurkan langsung ke dua titik pengungsian di Kampung Dahang, Desa Pangga, pada Rabu (19/8/2026) siang.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin Kapolsek Kuwus Iptu Arsilinus Lentar, didampingi Waka Polsek Aiptu I Gede Darma Wijaya, Ketua Bhayangkari Ranting Kuwus Ny. Wati Lentar, serta jajaran Bhabinkamtibmas dan pengurus Bhayangkari.

Datang Bukan Sekadar Membawa Bantuan

Rombongan tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 11.00 WITA. Kehadiran polisi dan Bhayangkari disambut hangat oleh warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat berbahan terpal.

Tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, jajaran Polsek Kuwus juga meluangkan waktu untuk berbincang langsung dengan para pengungsi. Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan psikologis dan menenangkan warga yang masih dihantui trauma pascagempa.

Kapolsek Kuwus Iptu Arsilinus Lentar mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam situasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus wujud nyata kepedulian Polri.

“Kedatangan kami bersama jajaran Bhayangkari Ranting Kuwus di Kampung Dahang bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, melainkan bentuk kehadiran utuh Polri di tengah masyarakat yang sedang diuji bencana. Kami ingin memastikan bahwa warga tidak merasa berjuang sendirian,” ujar Iptu Arsilinus.

Menurutnya, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian.

“Bantuan berupa mi instan, sumber protein telur ayam, dan air mineral kemasan ini merupakan wujud ketulusan keluarga besar Polsek Kuwus untuk menopang kebutuhan pangan dasar harian para pengungsi selama berada di posko,” tambahnya.

Polisi Ingatkan Warga Tetap Tenang dan Waspada

Selain bantuan kemanusiaan, Kapolsek Kuwus juga menyampaikan imbauan keamanan dan kesiapsiagaan kepada masyarakat.

Warga diminta tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan situasi dari sumber resmi pemerintah dan instansi berwenang.

“Kami mengimbau seluruh warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selalu perbarui informasi resmi dari BPBD maupun instansi berwenang,” tegasnya.

Ia memastikan personel Bhabinkamtibmas tetap disiagakan untuk membantu menjaga keamanan di lingkungan permukiman maupun kawasan pengungsian.

Bhayangkari Beri Dukungan untuk Perempuan dan Anak

Kepedulian juga ditunjukkan Ketua Bhayangkari Ranting Kuwus, Ny. Wati Lentar. Ia secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada warga, khususnya ibu-ibu dan kelompok rentan yang berada di tenda pengungsian.

Menurutnya, kondisi pengungsian tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dukungan emosional agar warga tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit.

“Kami merasakan betul keprihatinan yang dialami oleh ibu-ibu dan anak-anak di tempat pengungsian ini. Kehadiran kami membawa sedikit bingkisan kasih dengan harapan dapat meringankan beban serta mengukir kembali senyum warga,” tutur Ny. Wati Lentar.

Ia mengajak warga untuk tetap saling menguatkan dan berdoa agar kondisi segera kembali normal.

Kades Pangga: Bantuan Sangat Berarti bagi Warga

Kepala Desa Pangga, Patrisius Suwandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Polsek Kuwus dan Bhayangkari terhadap warga yang terdampak.

Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang masih memilih bertahan di pengungsian karena belum berani kembali ke rumah.

“Atas nama warga Kampung Dahang dan seluruh pengungsi Desa Pangga, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolsek Kuwus, Ibu Ketua Bhayangkari, dan seluruh anggota kepolisian. Perhatian dan bantuan sembako ini sangat berarti bagi kami yang saat ini belum berani kembali ke rumah karena kekhawatiran gempa susulan,” ungkap Patrisius.

Di tengah situasi pascagempa, kehadiran aparat dan berbagai elemen masyarakat di lokasi pengungsian menjadi suntikan semangat bagi warga Desa Pangga. Bagi para pengungsi, bantuan yang datang bukan hanya soal logistik, tetapi juga menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *