LABUAN BAJO, Okebajo.com — Terik matahari siang membakar Lapangan Apel Mapolres Manggarai Barat, Senin (31/8/2026). Namun panas yang menyengat tak menyurutkan ketegapan 51 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri yang berdiri rapi dalam barisan terakhir mereka di Pulau Flores.
Setelah dua pekan berada di garis depan penanganan bencana gempa bumi tektonik yang mengguncang Flores, para personel spesialis Mabes Polri itu akhirnya resmi mengakhiri misi kemanusiaannya melalui Apel Pelepasan Personel BKO Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 yang digelar di Mapolres Manggarai Barat.
Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTT, Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. Turut hadir Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., para Pejabat Utama Polda NTT, perwira, bintara, tamtama, hingga ASN Polri.
Mengabdi di Tengah Luka Flores
Empat belas hari berada di tengah wilayah terdampak gempa bukanlah tugas yang ringan. Mereka harus menembus medan sulit, menghadapi keterbatasan sarana, serta mendampingi masyarakat yang masih dihantui trauma akibat rentetan gempa susulan.
Namun, seluruh tantangan itu dijawab dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi oleh 51 personel BKO yang berasal dari berbagai satuan elite Mabes Polri.
Dalam amanat Kapolda NTT yang dibacakan Wakapolda, disampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para personel yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi keselamatan masyarakat Flores.
“Bencana alam memang terjadi tanpa dapat kita prediksi. Namun Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan, pelayanan, pertolongan, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” tegas Brigjen Pol. Faizal.
Lima Tim Spesialis Jadi Tulang Punggung Operasi Kemanusiaan
Selama masa tanggap darurat, lima unit spesialis Mabes Polri memainkan peran krusial dalam membantu percepatan penanganan dampak gempa.
Tim Pusdokkes dan DVI Mabes Polri memberikan layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak, memantau kondisi pengungsi, serta bersiaga dalam proses identifikasi korban.
Tim K-9 SAR Korps Sabhara Baharkam Polri diterjunkan untuk menyisir area reruntuhan menggunakan anjing pelacak guna memastikan tidak ada korban yang terjebak pada fase kritis pencarian dan penyelamatan.
Tim Divisi Psikologi Mabes Polri hadir memulihkan trauma para korban melalui program trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang kehilangan rasa aman akibat bencana.
Sementara itu, Divisi Propam Mabes Polri melakukan pengawasan operasional agar seluruh proses pengamanan dan distribusi bantuan berjalan disiplin, transparan, dan humanis.
Di sisi lain, Divisi Humas Mabes Polri berperan sebagai penghubung informasi publik, memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta menangkal hoaks selama masa krisis.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Wakapolda NTT menyerahkan Piagam Penghargaan Kapolda NTT kepada perwakilan personel BKO yang telah menyelesaikan tugas kemanusiaan mereka.
BKO Kembali ke Mabes, Polda NTT Lanjutkan Operasi
Meski pasukan BKO Mabes Polri telah ditarik kembali ke Jakarta, penanganan pascagempa di Flores belum berakhir.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda NTT akan melanjutkan operasi penanganan bencana secara mandiri.
“Hari ini telah dilaksanakan apel pelepasan 51 personel BKO Mabes Polri yang bertugas selama 14 hari di Pulau Flores. Bapak Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mendoakan agar pengalaman tugas kemanusiaan ini menjadi bekal berharga bagi seluruh personel,” ujarnya.
Menurut Kombes Henry, meskipun kembali ke markas pusat, personel BKO tetap berada dalam status standby on call dan siap diterjunkan kembali kapan saja apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan kekuatan.
“Polda NTT melakukan perpanjangan operasi secara mandiri. Sementara personel BKO Mabes Polri tetap dalam status siaga. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka siap kembali bertugas,” tegasnya.
Flores Menuju Tahap Pemulihan
Pelepasan 51 personel BKO Mabes Polri menandai berakhirnya fase tanggap darurat intensif yang berlangsung sejak gempa besar mengguncang Flores. Namun perjuangan untuk memulihkan kehidupan masyarakat masih terus berjalan.
Di balik seremoni pelepasan itu, tersimpan kisah pengabdian para personel yang selama dua pekan hadir di tengah duka warga Flores. Mereka datang bukan hanya membawa perlengkapan dan keahlian, tetapi juga harapan bagi ribuan korban yang berjuang bangkit dari bencana.
Kini tongkat estafet penanganan beralih kepada jajaran Polda NTT yang akan mengawal fase rehabilitasi dan pemulihan, sembari memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka dengan aman dan bermartabat.












