LABUAN BAJO, Okebajo.com — Respons cepat ditunjukkan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat setelah menerima keluhan warga yang viral di media sosial terkait kondisi Jembatan Dermaga Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (31/8/2026).
Keluhan tersebut mencuat setelah akun Instagram @kaka_koru19 mengunggah kondisi memprihatinkan akses menuju dermaga yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat pesisir. Dalam unggahan itu terlihat sejumlah papan lantai dan anak tangga jembatan kayu mengalami pelapukan parah, bahkan sebagian telah patah dan hilang, menyisakan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna.
Kondisi tersebut segera mendapat perhatian publik karena Dermaga Kampung Ujung merupakan salah satu jalur penting bagi nelayan, warga pesisir, pelaku usaha, hingga wisatawan yang setiap hari memanfaatkan fasilitas tersebut untuk aktivitas bongkar muat barang dan transportasi laut antar-pulau.
Bergerak Cepat Cegah Kecelakaan
Menindaklanjuti laporan yang beredar di media sosial, personel Sat Polairud Polres Manggarai Barat langsung turun ke lokasi sekitar pukul 08.30 WITA untuk melakukan pengecekan sekaligus perbaikan darurat pada bagian jembatan yang rusak.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengatakan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat sekaligus wujud pelayanan yang responsif terhadap setiap aspirasi warga.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat melalui media sosial, kami langsung melakukan pengecekan di lapangan. Dermaga Kampung Ujung merupakan fasilitas penting yang setiap hari digunakan masyarakat pesisir untuk menunjang aktivitas ekonomi dan transportasi laut,” ujar AKBP Christian Kadang saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kerusakan jembatan terjadi akibat faktor alam, terutama paparan air laut, cuaca ekstrem, serta proses pasang surut yang terus-menerus menyebabkan kayu mengalami pelapukan.
“Kami fokus pada upaya mitigasi risiko kecelakaan. Papan-papan yang sudah lapuk kami bongkar dan diganti dengan material kayu yang lebih kuat serta tahan terhadap kondisi lingkungan laut. Struktur penyangga juga diperkuat agar lebih aman digunakan masyarakat,” jelasnya.
Tuntas dalam Waktu Singkat
Perbaikan darurat berlangsung cepat dan efektif. Dalam waktu sekitar satu setengah jam, seluruh proses penggantian papan dan penguatan struktur jembatan berhasil diselesaikan.
Sebelum kembali digunakan, personel Sat Polairud terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap kekuatan dan daya tahan papan yang telah dipasang guna memastikan keamanan pengguna.
Kecepatan respons tersebut mendapat apresiasi dari warga dan nelayan yang sehari-hari bergantung pada akses Dermaga Kampung Ujung.
“Akses ini sangat penting bagi kami. Sebelumnya cukup berbahaya, terutama saat membawa barang-barang berat ke kapal. Kami khawatir terpeleset atau jatuh ke laut. Terima kasih kepada Satpolairud Polres Manggarai Barat yang langsung turun tangan memperbaikinya,” ujar Abdulah (45), warga yang bekerja sebagai pengangkut logistik.
Bukti Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Aksi cepat Sat Polairud Polres Manggarai Barat ini menjadi bukti nyata implementasi Program Presisi Polri yang mengedepankan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Sat Polairud berencana berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta instansi terkait guna memastikan pemeliharaan dan penataan Dermaga Kampung Ujung dilakukan secara berkelanjutan, sehingga fasilitas vital tersebut tetap aman dan layak digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Dengan langkah cepat tersebut, potensi kecelakaan yang mengintai pengguna dermaga berhasil diminimalisir, sekaligus memperlihatkan bahwa suara masyarakat di ruang digital dapat menjadi pemicu lahirnya tindakan nyata demi keselamatan bersama.












