Panglima TNI Tegas: OPM Harus Ditindak, Delapan Senjata Berhasil Diamankan

Avatar photo
Personel TNI berfoto bersama barang bukti yang disebut diamankan dari lokasi kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM

JAKARTA, Okebajo.com — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dugaan operasi udara yang melibatkan pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik TNI di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Dalam narasi yang menyertai video tersebut, disebutkan bahwa markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Egianus Kogoya menjadi sasaran serangan dan mengakibatkan empat anggota kelompok tersebut mengalami luka-luka.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan komitmennya untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang diperlukan dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyatakan bahwa setiap langkah yang diambil TNI bertujuan untuk kepentingan rakyat dan menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Segala upaya kita kerjakan untuk masyarakat,” ujar Muhammad Nas kepada wartawan saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9).

Ia menegaskan bahwa TNI siap mengoptimalkan seluruh sumber daya dan kemampuan yang dimiliki apabila diperlukan dalam pelaksanaan tugas negara.

“Intinya semua kemampuan TNI kalau memang diperlukan kita kerahkan,” tegasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa kelompok separatis bersenjata yang beroperasi di Papua akan terus menjadi fokus penindakan aparat keamanan. Menurutnya, keberadaan kelompok yang mengancam kedaulatan negara tidak dapat dibiarkan.

“Ya kan OPM ini kan separatis, ya harus ditumpaslah. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” kata Agus.

Panglima TNI juga membeberkan perkembangan terbaru operasi yang dilakukan aparat di wilayah Papua. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan), aparat berhasil mengamankan sejumlah senjata api yang sebelumnya berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

“Ada jenis SS1-V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, ya. Delapan pucuk,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa operasi keamanan di Papua masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya pemerintah dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta menekan aktivitas kelompok bersenjata yang dinilai mengganggu ketertiban dan kedaulatan negara.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait lokasi pasti maupun dampak dari operasi yang disebut dalam video yang beredar tersebut. Namun, TNI memastikan akan terus menjalankan tugasnya sesuai mandat negara dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan keutuhan wilayah Republik Indonesia.

Oke Bajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *