Nostalgia Mantan Guru Bertemu Mantan Murid

Nostalgia Mantan Guru Bertemu Mantan Murid
Mantan Guru Fransikus Ndejeng (kiri) dan mantan murid Edistasius Endi, Adelheid Yohana Deliana dan suami Bernadus Barat Daya. Foto/Robert Perkasa

OKEBAJO, Nostalgia ][ Hari yang indah. Rabu, 19 April 2023.  Rahmat Tuhan memberi kesempatan mantan guru bersua kembali dengan dua orang mantan murid. Sungguh, di luar dugaan.

Editasius Endi yang kini menjadi Bupati Manggarai Barat dan Adelheid Yohana Deliana yang bekerja di Dinas Prindagkop Manggarai Barat.

Bupati Edi Endi adalah jebolan Seminari Gabungan Yohanes Paulus II/SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo angkatan kedua 1988-1991.

Pada kesempatan yang sama juga bertemu dengan sahabat Yohanes Hani sahabat guru SMAK Ignatius Loyola Labuan Bajo 1992/1993. Drs. Yohanes Hani, M.Pd kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten Manggarai Barat.

John Hani juga jebolan SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo angkatan perdana 1985/1986.

Kraeng Bupati Mabar, Editasius Endi, merupakan siswa angkatan kedua Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Selama ini kami memang pernah bertemu namun dalam suasana kedinasan. Nostalgia pertemuan kali ini sungguh istimewa dan suasananya  berbeda.  Cair, akrab dan familiar.  Kedekatan emosional guru dengan murid  seperti yang pernah kau rasakan di SMAK St. Ignatius Loyola dulu, kini bersemi kembali.

Suasana Rabu malam itu semacam nostalgia. Penuh canda ria. Mereview kembali kisah kasih semasa sekolah. Kami bersenda gurau tentang sejumput kenangan dan  kejenakaan saat  KBM di ruangan kelas dan suka-duka di asrama.

Perjumpaan mantan guru dengan mantan murid ini terjadi  persis bertepatan dengan acara ritual adat “Tuke Sekang” kraeng Dr. Bernadus Barat Daya, SH, MH di Cowang Dereng, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.

Nostalgia Mantan Guru Bertemu Mantan Murid
Fransiskus Ndejeng (mantan guru), Edistasius Endi (mantan murid) dan Yohanes Hani (mantan guru). Foto/Robert Perkasa

Ritual adat

Kami hadir di sana mengikuti acara ritual adat “Tuke Sekang” bapak Bernadus Barat Daya dan keluarga.

Ide membangun Rumah Adat di jantung kota Labuan Bajo ini untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya asli Manggarai, Kempo khususnya.

“Mari kita kembali ke Kampung. Kembali ke alam dan budaya”. Back to nature and culture”, demikian ajakan pak Bernadus Barat Daya malam itu.

Ajakan untuk memelihara dan melestarikan budaya dan kearifan lokal, memperkaya khasana budaya Nasional sebagai aset bangsa. Menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur orang Kempo-Manggarai.

Mewariskan nilai-nilai budaya leluhur diaktualisasikan melalui Rumah Adat yang dibangun sebagai “mata air tradisi” yang tentu saja bermanfaat dan kaya makna di tengah gemerlapnya kota super premium Labuan Bajo. **

*) Penulis : Fransiskus Ndejeng /Mantan Guru SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *