Golo Mori, Kepingan Surga di Ufuk Selatan Labuan Bajo

Golo Mori, Kepingan Surga di Ufuk Selatan Labuan Bajo
Akses jalan Labuan Bajo-Golo Mori sepanjang 25 KM yang telah diresmikan okeh Presiden Jokowi pada Selasa, 4 Februaria 2023. Foto/InfoPublik

Labuan Bajo | Okebajo.com | Golo Mori merupakan Desa di ujung terluar ke arah selatan Kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam bahasa Manggarai, nama Desa Golo Mori ini berarti ‘gunung Tuhan’.

Lokasinya berada sedikit ke pelosok, justru membuat Golo Mori terjaga keasriannnya. Sungguh memesona tiada duanya di dunia.

Penduduk Golo Mori

Menurut data Badan Pusat Statistik Manggarai Barat tahun 2019, populasi penduduk Desa Golo Mori sekitar 2.034 jiwa.

Sebanyak 80 persen penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Mereka mendiami 6 kampung, yakni Lenteng, Jarak, Lo’ok, Soknar, Nggoer, Ra’ong, Tao.

Secara geografis, luas Desa Golo Mori mencapai 14.243 kilometer persegi dan dikelilingi oleh perbukitan dengan elevasi antara 200-600 meter di atas permukaan laut.

Sejauh mata memandang hanya padang savana yang menyelimuti perbukitan, kadang memberi sensasi hijau ketika musim hujan dan kuning kecokelatan saat musim kemarau.

Puluhan petak sawah juga mengintip di balik perbukitan hijau. Suasana di Desa Golo Mori begitu hening. Hanya ada desiran angin dan gemuruh keras ombak Selat Molo, sesekali terdengar suara lenguhan kawanan kerbau, hewan paling banyak dipelihara masyarakat sekitar.

Jika kita mendaki ke titik tertinggi di perbukitan, maka akan tampak jelas Pulau Rinca yang berpasir pink dan kawasan Taman Nasional Pulau Komodo, rumah bagi hewan purba asli Indonesia, komodo.

Pesona Golo Mori tak hanya perbukitan dan suasana syahdu, tetapi juga daerah pesisirnya mempunyai deretan pantai cantik, yang sayang untuk dilewatkan.

Ada Pantai Pasir Panjang dengan pasir putih cantik memanjang sejauh 1 kilometer. Pantai Nggoer, Pantai Soknar, Pantai Lajar, dan beberapa lainnya.

Air lautnya biru toska jernih dan pemandangan bawah lautnya tak kalah cantik.

Jarak bibir pantai Golo Mori ke Pulau Rinca sangat dekat, tak lebih dari 400 meter. Namun untuk menyeberanginya membutuhkan perjuangan lumayan besar, karena arus airnya sangat kuat.

Hal itu terjadi karena Selat Molo merupakan pertemuan arus dari Selat Sumba dan Laut Flores. Tak jarang, perahu nelayan pun harus diberi pemberat berupa batu-batu kali di bagian lunasnya agar tak mudah terseret oleh pusaran air.

Kendati menyimpan potensi wisata bak sepotong surga, hingga akhir 2021, perlu upaya lebih untuk mencapai Desa Golo Mori dari pusat kota Labuan Bajo.

Menempuh perjalanan darat selama hampir empat jam berkendara melewati medan berupa jalan tanah, terjal dan berbatu.

Sungai-sungai kecil saat musim hujan relatif sulit dilalui.  Medan jalan berbatu sering tertutup semak ilalang dan batang pepohonan.

Kepala Desa Golo Mori, Samaila menceritakan, rute tercepat menuju Labuan Bajo dari Desa mereka adalah memakai motor laut atau perahu.

“Untuk ke Labuan Bajo dari Golo Mori pakai motor laut (perahu) paling cepat 2,5-3 jam. Warga juga harus melewati arus kuat Selat Molo supaya bisa sampai Labuan Bajo karena akses darat sangat sulit,” kata Samaila.

Akses Jalan Labuan Bajo-Golo Mori

Sejak April 2022 Pemerintah Pusat membangun ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori sepanjang 25 km dengan anggaran mencapai Rp481 miliar dan terbagi ke dalam lima segmen pembangunan.

Selain membangun jalan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga  meningkatkan kualitas 4 unit jembatan sepanjang total 175 meter di Wae Mburak, Wae Kenari, Nanganae, dan Soknar.

Kehadiran jalan baru itu mampu mempersingkat perjalanan warga di ujung Pulau Flores itu ke Labuan Bajo menjadi sekitar 30 menit saja. “Dulu ruas ke Desa Golo Mori merupakan jalan tanah dan berbatu dan jarak tempuh tiga jam. Sekarang cuma 30 menit dari Kota Labuan Bajo dengan pemandangan sangat indah,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tak hanya membangun jalan dua jalur beraspal licin mulus, Kementerian PUPR juga mengedepankan prinsip kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Caranya, dengan menanam banyak pohon peneduh di sepanjang jalan sehingga terasa lebih nyaman, aman, dan sejuk.

Presiden Joko Widodo  meresmikan akses jalan baru ini pada 14 Maret 2023. Presiden berharap, kehadiran jalan baru ini akan membuat kawasan Labuan Bajo dan Golo Mori bisa berkembang dengan baik.

“Kita melihat bahwa jalan dari Labuan Bajo ke Golo Mori telah selesai. Ini akan memperbaiki konektivitas dalam rangka mengembangkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menjajal jalan baru ini sekaligus mengunjungi kawasan MICE Golo Mori yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare.

Pusat pertemuan internasional ini terdiri dari sebuah convention hall berkapasitas 400 orang, VVIP lobby, VVIP lounge, ruang VIP, ruang media center, menara pandang (observation deck), beach club, amphitheatre untuk 500 orang, dan dermaga kayu.

Uniknya, bangunan serbaguna itu menghadap langsung ke Pulau Rinca dan hanya dibatasi oleh Selat Molo.

Kawasan MICE ini dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation).

“Pengembangan kawasan Golo Mori sebagai destinasi MICE magnet pariwisata baru di Indonesia Timur, guna mendukung peningkatan kunjungan wisata ke Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo yang terus bertumbuh,” kata Dirut ITDC, Ari Respati.

Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023, pada 9-11 Mei 2023.

Indonesia  memegang keketuaan KTT ASEAN 2023 dan ini adalah untuk kelima kalinya. Sebelumnya pada 1976, 1996, 2003, dan 2011. Tema KTT ASEAN 2023 kali ini adalah ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. *

Sumber :Indonesia.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *