Romo Beny Jaya Jadi Ketua Panitia Lebaran Bersama di Pulau Medang

Romo Beny Jaya Jadi Ketua Panitia Lebaran Bersama di Pulau Medang
Romo Beny Jaya, Pr bersama keluarga David Yuliana, penderma PLTS di pulau Medang, Desa Batu Tiga, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Labuan Bajo | Okebajo.com | Warga muslim pulau Medang, Desa Batu Tiga, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat mendaulatkan Romo Beny Jaya, Pr sebagai Ketua Panitia Lebaran bersama.  Acara ini  bertepatan dengan pengresmian  listrik tenaga surya di pulau Medang, Rabu, 3  Mei 2023.

Hadir mengikuti acara Lebaran bersama ini penderma David Yuliana, Asisten I Pemkab Manggarai Barat, ketua NU sekaligus wakil ketua MUI, Camat Boleng, Kepala Desa Batu Tiga.

Hadir juga Vikep Labuan Bajo dan sejumlah Imam Katolik serta tamu undangan dari Pulau Boleng dan sekitarnya.

Wujud nyata toleransi

Vikep Labuan Bajo, Romo Rikard Mangu, Pr mengapresiasi acara Lebaran bersama dan pengresmian lampu tenaga surya di Pulau Medang.

“Kita harus beri apresiasi atas perhatian dari pak David. Acara hari ini merupakan sebuah bentuk toleransi yang luar biasa. Semua ini patut kita tiru, sebab kita semua adalah saudara”, kata Romo Rikard Mangu.

Warga pulau Medang sangat mengenal Romo Beny Jaya

Jauh sebelum acara Lebaran bersama dan pengresmian PLTS itu, warga setempat mendaulat Romo Beny Jaya sebagai Ketua Panitia acara tersebut.

Bagi mereka, berkat Romo Beny Jaya membuat warga pulau Medang bisa menikmati listrik.

“Berkat Romo Beny membantu pengadaan lampu listrik tenaga surya untuk kami di Pulau Medang. Sekarang kami sudah terang menikmati cahaya lampu kistrik”, ungkap seorang ibu rumahtangga di pulau Medang.

Kepada warga pulau Medang, Romo Beny Jaya jelaskan bahwa PLTS tenaga surya bukan berasal darinya, melainkan dari teman Romo Beny yang Muslim atas nama David Yuliana dari Pekalongan dan Dani dari Surabaya.

“Saya hanya membantu menunjukkan tempat yang harus dibantu, yaitu Pulau Medang, Desa Batu Tiga,” terang Pastor kordinator pastoral Kategorial  Kota Labuan Bajo itu.

Berawal dari kunjungan keluarga

Romo Beny mengisahkan bahwa ia sudah lama mendengarkan cerita warga tentang kondisi infrastruktur pedesaan yang ada di Pulau  Medang.

Pulau Medang, kata dia, masih terpencil. Tidak ada jaringan listrik di sana. Sangat memprihatinkan.

“Ketika saya mengadakan kunjungan kekeluargaan di Pulau Boleng, masyarakat di sana  menceritakan  tentang pulau Medang ini,” kenangnya.

Berawal dari kunjungannya ke Pulau Boleng, kini warga Pulau Medang telah menikmati listrik tenaga surya.

Davia sebagai sponsor kegiatan Lebaran bersama dan pengresmian lampu tenaga surya menyampaikan apresiasi kepada Romo Beny yang telah menjembatani niat tulusnya membantu warga di Pulau Medang.

“Saya berterima kasih kepada Romo Beny Jaya. Melalui Romo Beny,  kami bisa membantu merealisasikan kerinduan saya untuk membantu listrik  bagi orang susah.

Ketika Romo Beny membawa kami ke pulau ini,  kami langsung jatuh hati untuk membantu. Kami membantu bukan karena kami kaya dan mencari untung tapi ini adalah passion kami,” ungkap Davia.

Sementara Dany  meminta warga pulau Medang agar merawat PLTS yang ada.

“Kami minta supaya setiap pemilik PLTS harus bisa menjaga alat ini.  Bersihkan lempengannya. Jaga baik-baik agar tidak dicuri orang. Kalau ada alat yang rusak harap melaporkan kepada teknisinya,” pinta Dani.

Acara pengresmian PLTS

Asissten I Pemkab Manggarai Barat  meresmikan PLTS secara simbolik dengan menyalakan lampu yang ada di Masjid.  Acara ini dipandu oleh imam Masjid di pulau Medang.

“Data kami tahun 2020, dari sekitar 75.000 Desa di Indonesia, ada 433 Desa yang belum menikmati aliran listrik, termasuk di pulau Medang, dan pulau pulau lain serta desa desa yang ada di pulau Flores , termasuk Manggarai Barat.  Karena itu, kami berharap agar pak David, pak Dani dan Romo  Beny juga membantu desa lainnya”, kata Asisten I.

Senada, Ketua NU sekaligus Wakil Ketua MUI Manggarai Barat, H. Ishak M Jabi mengatakan, bantuan PLTS  ini merupakan bentuk kemaslahatan umat. Bantuan untuk kepentingan umum.

“Kami sangat mendukung dan siap bekerja sama pada program- program selanjutnya. Harapan kami, program ini membawa manfaat dan  akan  terus berlanjut.

Menjawab harapan tersebut, Romo Beny  Jaya menginformasikan bahwa untuk penambahan listrik bagi keluarga yang membutuhkan telah diajukan, yaitu 60 KK yang tersebar di kampung Pontianak, kampung Pasir Panjang, kampung Pisang serta pulau Gugusan dan  Kerorah.

“Tapi saya hanya mengajukan dan keputusannya ada pada donatur”, ujar Romo Beny Jaya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *