LABUAN BAJO, Okebajo.com — Di tengah upaya pemulihan pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Kabupaten Manggarai Barat mendapat apresiasi khusus dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena. Daerah ini dinilai sebagai kabupaten tercepat dan paling siap dalam merampungkan pendataan dampak bencana dibanding enam kabupaten terdampak lainnya di Pulau Flores.
Pengakuan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (11/9/2026).
Menurut Melki, keberhasilan Pemkab Manggarai Barat menyelesaikan pendataan kerusakan secara cepat dan terstruktur menjadi contoh yang patut ditiru daerah lain.
“Manggarai Barat adalah kabupaten pertama dari tujuh kabupaten terdampak gempa di Flores yang sudah menuntaskan data dan siap digunakan. Terima kasih Pak Bupati. Ini harus menjadi contoh bagi kabupaten lain. Jangan takut dengan data, karena data inilah yang menjadi dasar pengambilan kebijakan,” tegas Melki.
Pendataan yang telah dirampungkan mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Data tersebut akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
“Kalau datanya sudah siap, maka akses terhadap anggaran pemulihan juga akan lebih mudah. Mungkin sebelumnya ada perubahan-perubahan, tetapi sekarang sudah lebih pasti dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Di hadapan peserta rapat, Melki menegaskan bahwa bencana besar yang melanda Flores tidak boleh hanya dipandang sebagai musibah semata. Menurutnya, gempa ini juga dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan berbagai sektor di Pulau Flores.
Ia mengutip arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bento Prajogo, yang menyebut pemulihan pascagempa harus menjadi pintu masuk percepatan pembangunan kawasan Flores secara menyeluruh.
“Gempa Flores ini harus menjadi momentum untuk memicu percepatan pembangunan. Presiden juga sudah meminta agar seluruh kebutuhan pemulihan Flores segera ditangani,” kata Melki.
Karena itu, penanganan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BNPB semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Melki mengungkapkan tiga agenda utama yang menjadi fokus pemerintah dalam masa pemulihan.
Pertama, penyelesaian masa tanggap darurat dengan memastikan seluruh wilayah terdampak yang belum terjangkau bantuan segera mendapat penanganan.
Kedua, percepatan transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi melalui penyusunan dokumen R3P yang komprehensif untuk seluruh wilayah Flores terdampak.
Ketiga, pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para petani dan nelayan yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana.
“Kami akan berkoordinasi dengan perbankan dan berbagai pihak terkait agar masyarakat terdampak, terutama petani dan nelayan, bisa segera mendapatkan dukungan untuk bangkit kembali,” jelasnya.
Melki menargetkan seluruh dokumen R3P Flores dapat dirampungkan dalam waktu dekat. Jika target tersebut tercapai, awal Oktober mendatang dirinya akan membawa dokumen tersebut ke Jakarta untuk dibahas dalam rapat terbatas bersama kementerian terkait.
“Kalau R3P seluruh Flores sudah siap, awal Oktober saya akan ke Jakarta. Kita akan membahas kebutuhan Flores secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, pertanian, ekonomi hingga infrastruktur,” tegasnya.
Dorong Usulan Maksimal dari Daerah
Gubernur juga menginstruksikan agar seluruh usulan kebutuhan pemulihan dari tingkat desa, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) segera dihimpun dan dimaksimalkan.
Ia meminta Wakil Bupati Manggarai Barat dan Penjabat Sekretaris Daerah untuk mengawal seluruh proses pengusulan agar tidak ada kebutuhan masyarakat yang terlewatkan.
“Nanti angka-angkanya bisa berubah. Yang penting sekarang semua kebutuhan didorong dulu. Dari sektor PU, pendidikan, kesehatan sampai data kesejahteraan masyarakat. Kita kejar semuanya,” ujarnya.
Perhatian untuk Warga dan Lansia Terdampak
Menutup arahannya, Melki menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap masyarakat yang hingga kini masih hidup dalam ketakutan akibat gempa susulan yang terus terjadi.
Ia mengaku menerima laporan tentang banyak warga, terutama para orang tua dan lansia, yang terpaksa berhamburan keluar rumah setiap kali merasakan getaran gempa.
“Saya mendapat laporan ada seorang mama yang langsung keluar rumah saat gempa terjadi. Banyak orang tua mengalami hal yang sama. Kita harus memastikan mereka aman dan segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” tuturnya.
Gubernur menekankan bahwa kekompakan antara Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh pemerintah kabupaten terdampak menjadi kunci agar berbagai usulan pemulihan Flores dapat memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, perwakilan BNPB, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi NTT, staf ahli bupati, para asisten sekretariat daerah, instansi vertikal, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. (***)
Sumber : infomabar.manggaraibaratkab.go.id












