Labuan Bajo, Okebajo.com – Gelombang protes keras datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama 22 DPD kabupaten/kota se-NTT, mereka melayangkan ultimatum terbuka kepada Majalah Tempo atas laporan utama edisi 13–19 April 2026 yang dinilai merugikan citra partai.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 500 kader DPW dan masing-masing 100 kader dari setiap DPD turun menyuarakan sikap. Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa polemik tersebut tidak dianggap sepele oleh partai besutan Surya Paloh itu.
Ketua DPW Partai NasDem NTT, Edistasius Endi, SE menegaskan bahwa sikap ini merupakan respons resmi terhadap laporan utama Majalah Tempo yang mengusung judul sampul “PT NasDem Indonesia Raya TBK”. Judul tersebut dinilai sebagai bentuk framing yang menyesatkan dan tidak mencerminkan jati diri partai.
“Majalah Tempo telah mem-framing Partai NasDem sebagai partai komersial. Ini sangat bertentangan dengan ideologi kami yang menjunjung tinggi nasionalisme, demokratisasi, dan religiusitas,” tegas Edi dalam pernyataannya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, narasi yang dibangun dalam laporan tersebut seolah-olah menempatkan partai sebagai entitas yang memperdagangkan kepentingan politik secara pragmatis. Ia menilai, pemberitaan itu tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menggiring opini publik untuk mendiskreditkan Ketua Umum Surya Paloh beserta seluruh kader NasDem, khususnya di wilayah NTT.
Sebagai bentuk perlawanan, DPW NasDem NTT bersama seluruh DPD secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap dan menuntut pertanggungjawaban dari redaksi Majalah Tempo.
Ultimatum pun dilayangkan. Edi menegaskan, pihaknya memberi waktu 1 x 24 jam kepada Majalah Tempo untuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada Ketua Umum dan institusi Partai NasDem.
Namun, tuntutan itu tidak berhenti di situ. NasDem NTT juga meminta agar permintaan maaf tersebut dipublikasikan secara berturut-turut selama satu bulan penuh.
“Ini baru langkah awal. Jika tidak diindahkan, seluruh kader Partai NasDem NTT akan mendatangi kantor Majalah Tempo,” tegas Edi
Di sisi lain, NasDem NTT juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pers nasional. Mereka menegaskan bahwa kritik dan kontrol sosial merupakan bagian penting demokrasi, namun harus dijalankan dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.
“Pers adalah pilar demokrasi. Tapi profesionalitas dan etika harus dijaga, agar tidak mencederai martabat pihak lain,” pungkas Edi. **








